IATC - Indonesian Agrotechnology Training Centre & Consultant

  Training Agrobisnis - Konsultan Agro Teknologi - Agro Consultant Indonesia

Review Industri Sayuran Hidroponik di Australia

Peta Letak Geografis Australia

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa industri komersial hidroponik sukses dan berkembang pesat, mendominasi produksi sejumlah tanaman, dan paling cepat pada sektor industri hortikultura di Australia.

Sebelum panjang lebar kita kilas sesaat negara yang mendapat julukan negeri kanguru ini. Bagi anda yang suka mempelajari peta dunia tentunya mengetahui dimana posisi letak negara Australia, tepatnya australia terletak di belahan bumi bagian selatan antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Benua Australia membentang dari garis lintang 10o 41’LS sampai garis lintang 4339’LS dan dari garis bujur 113o 09’BT sampai 153o 39’BT. Terdiri dari enam negara bagian yaitu New South Wales, Victoria, Queensland, Australia Barat, Australia Selatan dan Tasmania. (sumber: dfat.gov.au)

Perkembangan industri hidroponik dinegara tersebut mengalami pertumbuhan yang cukup pesat, menurut data hasil riset RIRDC produksi tanaman holtikultura di australia seperti sayuran segar, rempah-rempah dan buah potong pertumbuhan signifikan terletak pada industri hidroponik.

Di Australia, yang memiliki iklim bervariasi dan basis pelanggan yang cerdas, industri hidroponik memberikan kesempatan untuk mengatasi variabilitas produksi yang dibutuhkan oleh negara tersebut. Namun, meskipun manfaat dari produksi yang konsisten yang dapat diperoleh dari teknik hidroponik, dan faktanya bahwa produksi hidroponik telah digunakan secara komersial sejak tahun 1970-an. Terjadi sebuah persepsi bahwa industri hidroponik telah terhenti dalam evolusinya, padahal teknik hidroponik menjadi satu satunya alternatif untuk memproduksi hasil pertanian tradisional dalam skala besar. Inilah dasar study yang dilakukan oleh RIRDC dalam kajianya yang berjudul “Hidroponik sebagai sistem produksi pertanian”. Penelitian ini berusaha untuk menyelidiki dan melaporkan beberapa hal berikut di australia yaitu:

  • Karakteristik dan tren dalam industri hidroponik global dan Australia;
  • Persyaratan untuk sistem produksi komersial;
  • Ekonomi produksi komersial;
  • Kendala  dan tantangan lebih lanjut teknik hidroponik sebagai sistem produksi pertanian; dan
  • Kesimpulan tentang masa depan hidroponik sebagai sistem produksi skala besar.

Singkat cerita dari hasil penelitian diatas didapat kesimpulan sebagai berikut:

Studi RIRDC menyimpulkan bahwa industri hidroponik komersial sukses dan berkembang pesat di Australia. Ini mendominasi produksi sejumlah tanaman, dan mungkin yang paling cepat berkembang di sektor Hortikultura Australia. Laporan itu mengatakan industri ini lebih besar pertumbuhanya dari pada umumnya karena banyak produk yang dipasarkan berkualitas dan terjamin (misalnya anggur matang) daripada metode produksi (hidroponik tumbuh).

Laporan ini merangkum bahwa tidak semua tanaman dan teknologi cocok untuk tumbuhan hidroponik dan teknologi, dan juga tidak mungkin bisa menggantikan produksi tanah untuk produk komoditas massal di masa mendatang. Industri ini akan terus tumbuh selama tiga sampai lima tahun ke depan, terutama jika peluang di identifikasi berdasarkan hasil yang didapat.

Laporan RIRDC mencakup analisis mengenai ekonomi produksi hidroponik komersial. Penelitian ini profil lima usaha hidroponik di Australia (tomat di rockwool, capsicum di serbuk gergaji, gerberas di pot campuran, selada di NFT, dan mentimun di cocopeat), dan kontras fitur dari industri Australia di samping fitur dari operasi hidroponik sukses secara komersial di Belanda . Analisis ini disediakan sebagai indikator luas profitabilitas industri dan untuk memberikan bentuk checklist bagi calon investor.

Laporan, “Hidroponik sebagai Sistem Produksi Pertanian” (Proyek No HAS-9a), adalah tambahan baru untuk beragam RIRDC untuk lebih dari 450 publikasi penelitian yang merupakan bagian dari R & D Program Ketahanan Sistem Pertanian, yang bertujuan untuk mendorong agri-industri sistem yang memiliki keragaman yang cukup, fleksibilitas dan ketahanan untuk menjadi kuat dan tangguh menghadapin tantangan dan peluang kedepan (Sumber: rirdc.gov.au)

Tumbuh-Tumbuhan Yang Bisa Ditanam Menggunakan Teknik Hidroponik

Seperti sudah diketahui bahwa metode hidroponik tidak menggunakan media tanah sebagai media tanamnya. Nah apa saja sih yang bisa ditanam dengan metode hidroponik. Tumbuhan yang kita bisa kembangkan dengan teknik ini meliputi sayuran dan buah-buahan. Tanaman  pertanian yang dinilai ekonomis  sangat dianjurkan memilih metode hidroponik  karena sangat efesien dalam penggunaan lokasi , bahkan dengan menggunakan lahan yang sempit saja kita dapat mengaplikasikannya. Halaman dan sampin rumah dapat kita gunakan sebagai lokasi. Sayuran dan buah yang biasa kita tanam di lokasi yang memerlukan tanah yang cukup luas kini kita bisa gunakan cara tanam hidroponik secara bertingkat sehingga lokasi sempit termaksimalkan dengan baik.

Tanaman pertanian yang memiliki nilai ekonomis dalam bentuk buah dan sayur yang bisa diterapkan diantaranya paprika, timun, tomat, terong, melon dan selada. Paprika yang memiliki nilai jual sangat tinggi. Dengan tingginya nilai jual yang ada menjadikannya sangat banyak orang yang berusaha menanam untuk memenuhi kebutuhan pasar. Untuk mengembangkannya pastinya perlu  lokasi lahan yang cukup sehingga apabila kita tidak memiliki lahan yang luas bagaimana menanamnya bisa dengan hidroponik  sebagai jawabannya. Lokasi sempit tidak menjadi masalah jika kita mau menanamnya. Demikian juga dengan sayuran yang lainnya seperti timun, terong, tomat dan selada, metode hidroponik menjadi solusi yang pintar jika kita mau mengembangkan tanaman tersebut dan kita tidak memiliki lahan yang cukup. Dengan menggunakan sistem ini nilai ekonomis yang didapat akan semakin tinggi . Tanaman yang kita kembangkan dalam satu lokasi juga bisa bervariasi . Pada Buah-buahan seperti melon bisa berjalan efektif namun perawatannya juga harus dilakukan secara intensif. Buah dan sayur yang ditanam dapat kita konsumsi pribadi .Tapi jika memang cukup banyak menanam sayur dan buah-buahan kita dapat menjualnya. Tentunya kita memiliki keuntungan yang lebih bukan,  dengan menerapkan hidroponik pada sayur dan buah-buahan . Kebutuhan konsumsi akan sayur-sayuran dan buah akan terpenuhi  dan bisa jadi peluang dalam berbisnis yang efisien dan efektif.

Teknik Menanam Hidroponik Untuk Pemula

Hemat lahan menjadi keuntungan yang sangat diperhitungkan seseorang untuk bercocok tanam hidroponik. Orang yang baru mau memulai bercocok tanam hidroponik sangat terbantu dengan hemat lahan yang digunakan. Apalagi untuk wilayah perkotaan yang sangat sempit untuk bercocok tanam menjadikan mereka sangat berminat dengan teknik hidroponik. Kita dapat mengaplikasikan bercocok tanam  pada sayuran dan buah-buahan yang perawatannya cukup sederhana seperti pada sayur tomat, sawi, cabe atau juga kangkung.Beberapa sayuran tadi bisa kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari. Kita tidak perlu membelinya di warung atau pasar dengan harga yang cukup tinggi. Kita bisa memanfaatkannya dengan memetik dikebun hidroponik yang  kita miliki.

 Untuk pemula dalam bercocok tanam hidroponik kita bisa menerapkan hidroponik dengan sistem Wick / sistem sumbu. Teknik ini termasuk teknik yang cukup mudah dan sederhana peralatannya. Beberapa langkah yang harus dilakukan oleh pemula dalam bercocok tanam secara hidroponik.

  • Pertama kita malakukan penyemaian bibit . Langkah pertama dalam bercocok tanam hidroponik adalah melakukan penyemaian benih/ bibit. Media yang bisa kita gunakan dalam proses penyemaian harus dengan media semai yang baik. Kita bisa menggunakan media Rockwool. Media Rockwool memilik daya serap terhadap air yang tinggi sehingga air cukup mudah didapatkan oleh benih.
  • Mempersiapkan Media tanam.  Media yang bisa kita gunakan dalam teknik hidroponik  sekam bakar, batu kerikil, atau dengan campuran Rockwool dan kerikil. Untuk tempat media kita bisa menggunakan barang bekas seperti botol bekas, ember, dan juga kaleng bekas.
  • Mempersiapkan nutrisi . Nutrisi menjadi kebutuhan pokok tanaman hidroponik. Nutrisi yang dibutuhkan ada yang makro dan mikro , kita dapat membelinya di toko pertanian larutan A dan B. Pemberian nutrisi bisa kita lakukan dengan menyiramnya setiap pagi dan sore secara manual. Akan tetapi praktisnya kita menggunakan teknik sumbu.
  • Langkah berikutnya yaitu dengan melakukan pemeliharaan tanaman. Pemeliharaan tanaman hidroponik dengan pemberian nutrisi sesuai kebutuhan tanaman.

Langkah-langkah diatas perlu dijadikan acuan seorang untuk memulai bercocok tanam secara hidroponik.

Sejarah Hidroponik

Sejarah berkembang dalam Buku berjudul Sylva Sylvarum dengan penulis Francois Bacon pada tahun 1625 menyebutkan adanya teknik mengembangkan tanaman darat tanpa menggunakan media tanah sebagai media tanam . Kemudian berkembang dengan teknik menggunakan media air sebagai media tanam hingga tahu 1699 diterbitkannya penelitian percobaan pembudidayaan spearmin dengan air oleh John Woodward disimpulkan bahwa budidaya tanaman dengan menggunakan air yang kurang murni lebih bagus dibanding dengan tanaman  dengan  air yang lebih murni. Dan lagi lagi berkembang pada tahun 1842, Julius von  Sachs dan Wilhelm Knop setelah mengetahui 9 elemen penting dalam faktor pertumbuhan tanaman Kedua Ahli Botani tersebut memicu  gelombang pengembangan budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah. Pengembangan budidaya tanpa tanah ini menggunakan larutan yang didalamnya terpenuhi nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Seiiring waktu perkembangan zaman teknik tersebut hingga kini masih bisa kita temui. Teknik yang dahukunya memiliki nama Solution Culture yang hingga kini sering kita kenal sistem hidroponik.

Menuju pada abadke-20 yaitu pada tahun 1929 seorang ilmuwan dari Universitas California di Berkeley yang bernamaWilliam Frederick Gericke mengenalkan secara terbuka solution culture dalam menghasilkan tanaman pertanian yang ada saat itu. Awal mula Gericke menyebutnya sebagai Aqua culture yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah budidaya dengan menggunakan air. Namun setelah Dia mengetahuihe bahwa aqua culture digunakan untuk pembudidayaan hewan dengan air . Gericke memberi sensasi dengan menumbuhkan tanaman tomat pada yang menjalar tinggi dengan menggunakan larutan nutrient dalam perkembangannya. Pada tahun 1937 Gericke menyebutkan istilah hidroponik untuk budidaya tanaman pada air. Gericke mengklaim bahwa sistem yang dinamakan akan merevolusi sistem pertanian yang ada . Gericke mengajukan untuk dibuatkannya Green House  kepada kampusnya , namun adanya penolakan dari pihak kampus. Kampus menginginkan formula yang ia ciptakan pada larutan yang ia kembangkan . dan pada akhirnya pihak kampus memberikan realisasi usulan dari Gericke. Dibangunnya Green House oleh pihak kampus dengan segala perlengkapan yang ada . Akan tetapi proyek yang Gericke rencanakan dikendalikan orang lain yaitu Hoagland dan Arnon yang mendapat mandat dari kampusnya.

Perlengkapan Hidroponik Wick System

Metode tanam hidroponik wick system sering kita sebut dengan teknik tanam sumbu dalam bahasa indonesia. Sering juga kita kenal dengan teknik apung, dimana teknik ini merupakan teknik yang paling sederhana . Pengaplikasian teknik ini terbilang murah dan mudah. Hayanya dengan menggunakan barang-barang bekas seperti botol plastik  air mineral. Dengan teknik wick /tanam sumbu  kita tidak perlu repot-repot lagi untuk menyiram tanaman . Karena  tanaman sudah mendapat asupan air yang cukup dan tersedianya nutrisi lengkap.

Adapun perlengkapan yang kita butuhkan dalam menerapkan teknik wick dapat kita lihat sebagai berikut :

  1. Botol minuman  ukuran 1,5 – 2 liter dipotong jadi dua bagian
  2. Solder sebagai pelubang
  3. Gunting untuk memotong
  4. Media tanam diantaranya ada sekam yang sudah dibakar ataupun cocopeat
  5. Kain flanel yang kita gunakan sebagai sumbunya
  6. Tanaman yang sudah siap tanam yang memiliki usia yang cukup

Untuk langkah pertama yang kita lakukan sebelum menanam dengan teknik hidroponik wick system kita melakukan penyemaian. Pada proses penyemaian kita membutuhkan nampan berukuran sedang sebagai tempat. Untuk media yang bisa digunakan dalam proses semai bisa digunakan sekam bakar atau juga dengan rock wool. Sekam bakar kita taruh di atas nampan kemudian diamkan beberapa hari untuk melakukan penyesuaian dan supaya terjaga kelembabannya. Setelah dirasa cukup siap media untuk menyemai. Kita bisa menyeleksi benih yang benar-benar isi dengan melakukan perendaman terlebih dahulu. Pilih yang tenggelam didasar air. Setelah itu kita tebarkan pad media sekam yang terdapat di nampan. Semprotkan air untuk menjaga kelembaban. Tunggu sampai kurang lebih 3-5 hari benih tanaman akan tumbuh. Usahakan benih tanaman yang kita semai sampai memiliki daun baru kita dapat memindahkan ke media selanjutnya. Ketika benih tanaman sudah memiliki daun kita siap memindahkannya ke wadah botol bekas dengan media Rock wool. Tidak lupa antara bagian botol bawah dan atas kita kasih sumbu untuk menyerap larutan nutrisi yang tersedia di bawah. Tanam sayuran atau buah ke media tersebut dengan menancapkannya. Siram dengan menggunakan larutan nutrisi hingga bagian botol bawah terpenuhi. Jaga dan rawat tanaman sampai menghasilkan yang kita inginkan.

Perlengkapan Hidroponik NFT

Teknik hidroponik NFT pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan dari Inggris yang bernama  Dr. A.J Cooper dari Institut Glasshouse Crops Research dan berkembang secara komersial sejak tahun 1970-an. Nutrient Film Techique (NFT) merupkan suatu metode budidaya tanaman dengan akar memperoleh sirkulasi nutrisi yang secara teratur dengan ketersedian air nutrisi dan oksigen yang cukup. Tanaman dapat tumbuh pada poliethylen sedangkan akar akan terendam oleh air . Nah air di sini terkandung berbagai macam nutrisi yang merupakan faktor tumbuh bagi tanaman . Secara tersikulasi nutrisi yang ada dengan pemompaan . Sirkulasi udara yang ada juga  tercukupi dengan baik. Sistem NFT memiliki beberapa kelebihan diantaranya dalam memudahkan pengendalian perakaran tanaman. Untuk ketersediaan pemenuhan kebutuhan air bisa terpenuhi dengan baik dan mudah. Kita juga bisa menyesuaikan konsentrasi larutan nutrient dengan menyesuaikan umur dan jenis tanaman. Tanaman yang dikembangkan juga memiliki periode tanam yang pendek sehingga bisa dilakukan beberapa kali dalam setahunnya.

Perlengkapan yang digunakan dalam mengaplikasikan teknik hidroponik  NFT  terbilang cukup lumayan materi yang dikeluarkan. Beberapa kebutuhan dasar yang harus dipenuhi dalam sistem NFT : bed (talang), tangki penampung dan pompa. Bed NFT yang sering digunakan di Indonesia mamakai talang rumah tangga (dengan lebar 13-17 cmdan panjang 4 meter).Kita bisa memanfaatkan tandon air sebagai tangki yang menampung . Untuk pompa kita gunakan dalam mengalirkan larutan nutrisi  dari tangki penampung ke bed NFT dengan bantuan jaringan atau selang sebagai pendistribusi. Kita juga perlu memperhatikan posisi talang. Talang kita posisikan pada kemiringan 1-5% untuk mempermudah mengalirkan larutan nutrisi, untuk aliran yang masuk juga perlu diperhatikan agar tidak terlalu cepat  (mengatur pembukaan kran berkisar 0,3-0,75 L/menit. Untuk ukuran talang diusahakan lebar agar larutan nutrisi tidak terbendung. Untuk bak penampung memiliki fungsi menampung larutan yang mengalir supaya bisa dialirkan kembali guna pemenuhan nutrisi tanaman. Air dari penampungan air akan dialirkan kembali dengan bantuan pompa yang biasa kita gunakan di aquarium.

Peluang Bisnis Sayuran Hidroponik

Semakin tingginya nilai jual sayuran di pasar menjadikan daya tarik para pelaku usaha pertanian untuk mengembangkan penanaman sayuran . Para petani sayur berusaha sebaik mungkin untuk mengelola tanaman pertaniannya khususnya sayur agar lebih banyak lagi produk sayurnya. Untuk meningkatkan hasil sayur supaya lebih banyak lagi sering kali petani sayur menambah lokasi lahan pertanian yang ada. Bisa juga para petani sayur memberikan berbagai pupuk dan pestisida supaya hasil yang didapatkan menjadi lebih banyak. Namun apa dengan memperbanyak penggunaan pupuk kimia dan pestisida akan meningkatkan kualitas sayuran , ternyata tidak . Kualitas sayur justru akan menjadi turun karena kadar pestisida dan pupuk berlebihan dapat membahayakan bagi konsumen sayuran tersebut. Dalam perluasan lahan tanam untuk sayuran agar bertambah hasilnya akan terkendala jika sang petani hanya memiliki keterbatasan lahan. Sehingga sangat sulit untuk merealisasikan agar hasil sayuran semakin banyak.

Solusi  yang bisa para petani sayur lakukan untuk memecahkan kedua kendala ini bisa dilakukan penanaman sayur dengan cara hidroponik. Hidroponik tidak memerlukan ketersediaan lahan yang luas. Sehingga sangat efektif sekali jika para petani sayur mengembangkan sayurannya secara hidroponik. Demikian juga penggunaan pupuk kimia dan pestisida menjadikan kualitas sayur semakin baik. Bertolak dari masalah tersebut semakin banyak konsumen sayuran yang memiliki kesadaran terhadap kesehatan . Banyak sekarang orang yang menerapkan pola hidup sehat dengan memakan sayuran yang tanpa pestisida dan pupuk kimia/ serba organik. Memang sedikit mahal kita mengkonsumsi sayuran organik. Dari sinilah pasar akan terbuka bagi para pelaku cocok tanam secara hidroponik. Banyak sekarang ini kafe-kafe yang menyajikan makanan organik salah satunya sayuran.  Untuk mencukupi kebutuhan kafe-kafe sering mereka mengimpor dari negar-negara yang sudah dulu menerapkan pola tanam hidroponik. Suplay sayuran organik dari petani yang ada di negara kita masih kurang. Berkaca dari ini para pelaku bisnis sayuran kini melirik pola hidroponik dalam menanam sayuran mereka. Sayur-sayuran bisa kita jual dengan harga diatas sayuran yang ditanam secara konvesional. Di Kota-kota besar peluang sayur-sayuran dengan dengan teknik hidroponik sangat besar khususnya pada kalangan menengah ke atas. Kalangan ini bisa dijadikan obyek market bagi produk sayuran hidroponik. Orang kalangan ini saat ini banyak tahu tentang makanan yang cocok untuk kesehatan meraka.

Menanam Sayuran dengan Hidroponik

Sayuran menjadi kebutuhan sehari-hari bagi manusia. Sayuran menjadi penting bagi pemenuhan gizi keluarga sehari-hari. Sayur-sayuran yang kita butuhkan biasa kita dapat dengan membeli di pasar atau warung-warung. Dengan kita membeli sayuran yang kita butuhkan otomatis kita akan mengeluarkan uang. Apalagi harga sayur-sayuran semakin hari semakin naik saja. Cara menghemat uang untuk keperluan sayuran salah satunya dengan berkebun sendiri. Kita bisa memanfaatkan pekarangan di sekitar rumah kita untuk bercocok tanam sayuran. Memanfaatkan lahan pekarangan di sekitar kita untuk menanam sayuran sangat efektif  dan efisien dalam menghemat uang. Namun utuk kawasan perkotaan pemanfaatan pekarangan untuk menanam sayuran akan sangat sulit. Sempitnya lahan yang ada di perkotaan menyulitkan kita untuk menanam sayur bagi kebutuhan sehari-hari.

Mengingat sempitnya lahan yang dapat digunakan dalam menanam sayuran perlu kita mengetahui teknik menanam yang tidak memerlukan lahan yang cukup luas. Teknik hidroponik menjadi jawaban atas permasalahan sempitnya lahan untuk menanam sayuran. Hidroponik tidak perlu lahan yang luas sangat cocok untuk diterapkan di perkotaan.Kita bisa menanam berbagai macam sayuran biarpun lahan kita terbatas. Sayur-sayuran yang bisa kita tanam secara hidroponik seperti cabe, sawi, tomat, bayam, dan berbagai sayuran lainnya.  Ketersediaan sayuran di dekat kita menghemat pengeluaran kita dalam berbelanja sayur setiap harinya. Selain itu jika ketersediaannya sudah dirasa cukup dan melebihi bisa kita manfaatkan sebagai peluang bisnis. Dari segi kualitas sayuran yang ditanam dengan teknik hidroponik dirasa lebih sehat karena penggunaan pupuk kimia bisa kita minimalisir. Sayur yang didapat lebih fresh dan segar karena lebih alami. Semakin meningkatnya kebutuhan sayur-mayur di pasar semakin menjadi daya tarik untuk mengembangkan sayur dengan teknik hidroponik. Teknik hidrponik pada sayur-sayuran dirasa lebih ekonomis dan efisien . Apalagi menjelang bulan Ramadhan kebutuhan sayur dan buahan akan semakin meningkat. Harganya juga akan semakin melonjak pada akhir-akhir puasa dan menggila harga sayuran di pasar. Untuk itu menanam sayur dengan teknik hidroponik bisa menjadi pilihan untuk mengatasi imbas pelonjakan harga sayur di pasar yang naik sewaktu-waktu.

Macam-Macam Media Tanam Hidroponik, Kelebihan dan Kelemahannya.

Hidroponik memanfaatkan media hanya untuk menyangga akar tanaman yang kita tanam. Media yang digunakan tidak menyediakan unsur hara yang dibutuhkan bagi tanaman. Tidak seperti halnya pada teknik yang menggunakan media tanah.Tanah sudah banyak mengandung berbagai unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Sehingga kita hanya bisa menambahkan unsur-unsur yang kurang tersedia di tanah. Lain halnya dengan media yang kita gunakan pada saat kita menanam secara hidroponik. Media yang bisa kita gunakan untuk menanam hidroponik ada banyak diantaranya :

  1. Arang sekam. Sebagai media arang sekam memiliki kelebihan yaitu lebih hemat biaya karena ketersediaannya di alam cukup banyak. Arang sekam banyak kita temukan banyak pada saat panen raya padi di persawahan yang ada di desa. Harganya lebih murah. Namun arang sekam memilki kekurangan dalam menjaga kekokohan akar untuk tumbuh. Kekurangan selanjutnya pada daya serap terhadap air yang kurang begitu baik.
  2. Pemanfaatan Spon. Memanfaatkan spon memiliki kelebihan khususnya dalam proses penyerapan air .  Daya serap terhadap air spon cukup tinggi penting pada ketersedian nutrisi tanaman. Nutrisi yang tersedia cukup pada spon membantu pertumbuhan tanaman. Untuk kekurangan pada media spon kurang pada daya cengkram akar terhadap media sehingga tanaman kurang kokoh.
  3. Kerikil . Teknik hidroponik dengan media kerikil memiliki kelebihan dalam menjaga kekokohan tanam. Daya  ikat akar semakin kuat terhadap media sehingga lebih kokoh tanaman. Namun untuk proses penyerapan air dirasa kurang sehingga asupan nutrisi makanan kurang bagi pertumbuhan tanaman.
  4. Sabut kelapa. Sabut kelapa memiliki kelebihan relatif biayanya lebih murah. Dan untuk daya serap terhadap air dirasa cukup. Untuk proses pengakaran pada sabut kelapa kurang begitu baik.
  5. Rock wool. Penggunaan media Rockwool memiliki kelebihan untuk penyerapan nutrisi lebih baik. Rock wool mampu menyerap air yang mengandung nutrisi dalam jumlah yang cukup sehingga pertumbuhan terjaga dengan baik. Untuk kekurangannya hampir sama pada medi-media di atas dalam proses pengakaran yang kurang terjaga dengan baik sehingga tanaman menjadi kurang kokoh.
  6. Perlite. Perlite  merupakan kaca vulkanik amof yang banyak mengandung air yang tinggi sehingga sangat cocok dalam proses semai.

Dan masih banyak lagi media-media yang kita gunakan dalam bercocok tanam hidroponik.

Kualitas Sayuran Hidroponik

Hidroponik menggunakan media bukan tanah. Pada penerapan menanam sayuran dengan teknik hidroponik memiliki banyak kelebihan. Selain penghematan pada lahan tanam juga memiliki banyak sekali kelebihan lainnya. Terutama dalam hal kualitas tanaman yang dihasilkan pada penerapannya pada sayuran. Sayuran yang banyak diminati saat ini adalah yang memiliki kualitas yang baik. Para konsumen sayuran saat ini cenderung sangat memperhatikan konsumsi sayuran yang disesuaikan dengan kesehatan. Nilai gizi dari sayuran sangat menjadi acuan untuk mengkonsumsinya.

Beberapa kualitas yang bisa didapatkan pada sayuran dengan pola tanam hidroponik diantaranya :

  1. Sayuran lebih higienis. Teknik hidroponik media yang digunakan lebih terjamin kebersihannya. Lain halnya dengan menggunakan media tanah bukan tidak mungkin banyak bakteri atau yang lainnya yang mengurangi kualitas sayuran. Kebersihan suatu sayuran menjadi penarik minat konsumen untuk membeli dan mengkonsumsi sayuran.
  2. Sayur yang ditanam dengan teknik hidroponik memiliki kesegaran yang terjamin. Dengan perawatan yang terbilang cukup intensif dalam menjaga asupan nutrisi menjadikan sayuran lebih segar untuk dikonsumsi. Sayuran akan mejadi laku di pasaran karena kesegaran baik itu pada segar daun maupun akar dan bagian-bagian lain dari tanaman sayur tersebut.
  3. Kualitas rasa menjadi lebih baik dengan perawatan yang intensif pada teknik hidroponik. Sayuran yang sehat memberikan rasa yang enak jika kita konsumsi.
  4. Sayuran tidak cacat dengan perawatan terbaik pada teknik hidroponik. Serangan serangga sering menjadikan bagian-bagian tanaman sayur menjadi cacat dimakan oleh serangga. Beberapa bagian menjadi sayuran kadang juga menjadi busuk. Tetapi dengan perawatan hidroponik secara baik menjaga bagian-bagian sayur menjadi utuh tanpa cacat.
  5. Ukuran sayur semisal pada timun dan tomat menjadi lebih besar.  Semakin besar buah atau sayur nilai ekonomisnya semakin tinggi juga.
  6. Hasil dari pengembangan sayuran dengan pola  hidroponik semakin bertambah banyaknya. Hasil sayuran dengan teknik hidroponik akan semakin banyak tanpa memerlukan lahan yang cukup luas. Sehingga dari segi ekonomis lebih menguntungkan. Hasil panen sayuran bisa dimanfaatkan untuk konsumsi pribadi dan juga bisa dijual ke pasar.
Klien Kami
error: Peringatan..!! Anda tidak di izinkan mengcopy tulisan ini tanpa izin, Jika anda menginginkan Sylabus Untuk Training ini Silahkan Call: 021-32805064