IATC - Indonesian Agrotechnology Training Centre & Consultant

  Training Agrobisnis - Konsultan Agro Teknologi - Agro Consultant Indonesia

Training Pengolahan Limbah Ternak Menjadi Pupuk Organik Bermutu dan Biogas

PENGANTAR

Training Pengolahan Limbah Ternak menjadi Pupuk Organik Bermutu dan  Biogas – Limbah merupakan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Adapun limbah ternak adalah buangan yang dihasilkan dari hewan ternak yang berupa kotoran ternak baik padat maupun cair. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia senyawa organik dan senyawa anorganik, dan limbah ternak termasuk ke dalam senyawa organik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah.

Untuk itu cara mengatasi limbah ternak tersebut bisa diolah menjadi pupuk organik yang bermutu dan juga bisa menjadi Biogas. Pupuk organik yaitu pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan manusia baik berupa zat padat maupun zat cair. Sedangkan Biogas adalah gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerob atau fermentasi dari bahan-bahan organik termasuk diantaranya kotoran manusia dan hewan, limbah rumah tangga, sampah biodegradable atau setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerob. Kandungan utama dalam biogas adalah gas metana dan karbon dioksida.

MANFAAT

Training Pengolahan Limbah Ternak menjadi Pupuk Organik Bermutu dan Biogas ini sebagai fasilitas para pengusaha ternak untuk mengetahui cara pengolahan limbah ternak baik padat maupun cair menjadi pupuk organik yang bermutu dan Biogas yang berguna untuk kelangsungan hidup masyarakat.

TARGET DAN TUJUAN

  • Memberikan pengertian dasar cara pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik dan biogas
  • Mengetahui jenis limbah ternak yang akan diolah menjadi pupuk dan biogas
  • Mengetahui cara pengolahan limbah ternak menjadi pupuk dan biogas
  • Mengetahui cara pemanfaatan Biogas untuk kehidupan masyarakat

METODE PELAKSANAAN

Training Pengolahan Limbah Ternak menjadi Pupuk Organik Bermutu dan Biogas ini menggunakan metode partisipatif (50% teori dan 50% praktek), disajikan dalam bentuk materi perkuliahan / ceramah, studi kasus, diskusi, tugas individu dan praktek di lapangan dari instruktur yang ahli (langsung di balai pelatihan).

 SIAPA SAJA PESERTANYA???

Kelompok UKM di daerah, pengusaha peternakan, dan lembaga lain yang berhubungan dengan peternakan.

INSTRUKTUR

Team Praktisi IATC & Peneliti LIPI Puspiptek Serpong

FASILITAS

Sertifikat, Modul (Hard/Soft Copy), Training Kit (blocknote+Ballpoint), Jacket, Tas Ransel, 1X Lunch & 2X Coffe Break/hari, Foto Bersama Seluruh Peserta, dilaksanakan di Balai pelatihan.

INVESTASI

Rp. 4.500.000 / peserta (biaya sudah termasuk akomodasi penginapan)

Paket Public Training untuk Kelompok/Group
No Kondisi 10 Peserta 15 Peserta 20 Peserta
1 Tanpa Inap Rp. 3.750.000 / orang Rp. 3.500.000 / orang Rp. 3.250.000 / orang
2 Menginap Rp. 4.500.000 / orang Rp. 4.250.000 / orang Rp. 4.000.000 / orang

DURASI

2 HARI ( efektif 14 jam ) mulai pukul 09.00 – 16.00

INFORMASI & PROMO

Tlp: 021- 32805064

Mobile: 081311227684, 0856 1510 195

 

Training Pembuatan Ekstrak Kulit Manggis

PENGANTAR

Training Pembuatan Ekstrak Kulit Manggis – Buah Manggis (Garcinia mangostana L ) merupakan salah satu buah tropika sejenis pohon hijau abadi yang diperkirakan berasal dari Kepulauan Nusantara. Buah manggis biasanya tumbuh hingga mencapai 7 sampai 25 meter. Manggis dipercaya mengandung antioksidan dan antiinflamasi,  sehingga di luar negeri buah manggis dikenal memiliki kadar antioksidan tertinggi di dunia. Mungkin oleh sebagian orang belum tahu banyak tentang kandungan dan khasiat yang terkandung di dalam buah manggis. Tidak hanya buahnya saja yang bermanfaat, tetapi kulit dari buah manggis juga memiliki manfaat yang cukup besar pula.

Manfaat buah manggis khususnya pada bagian kulitnya ternyata mampu membunuh penyakit dan memperbaiki sel yang telah rusak serta mampu melindungi sel-sel di dalam tubuh. Semua itu karena XANTHONE yang terkandung di dalam kulit manggis. XANTHONE adalah substansi kimia alami, yang dapat digunakan sebagai zat untuk mengatasi berbagai penyakit, diantaranya menyembuhkan dan mencegah kanker, mencegah penyakit jantung, menyembuhkan asma, menurunkan kolesterol dan lain sebagainya. Dengan kandungan antioksidan yang dimiliki buah manggis, buah ini dikatakan sebagai anti kanker. Karena dapat mendorong sel kanker untuk melakukan apoptosis (pemusnahan sel kankernya sendiri). Kanker yang dapat diobati menggunakan kulit manggis ini adalah kanker payudara, kanker lambung, kanker paru-paru dan kanker hati. Cara pemanfaatan kulit manggis ada dua cara yaitu dengan dibuat bubuk atau Ekstrak atau digodok dengan tiga gelas air dengan 2 buah kulit atau 3 kulit manggis dengan lima gelas air menjadi dua gelas.

MANFAAT

Training Pembuatan Ekstrak Kulit Manggis ini sebagai modal dasar untuk pengusaha perkebunan manggis dan juga pengusaha herbal untuk dapat mengetahui cara pembuatan Ekstrak kulit manggis, mengetahui bahan dasar yang bermutu, dan menghasilkan berbagai macam hasil pengolahan dari kulit manggis.

TARGET DAN TUJUAN

  1. Memberikan pengertian dasar tentang buah manggis dan kandungannya
  2. Mengetahui cara pemilihan bahan dasar yang baik
  3. Mengetahui jenis hasil dari pengolahan kulit manggis
  4. Mengetahui cara pengolahan pembuatan ekstrak kulit manggis
  5. Menghasilkan ekstrak kulit manggis yang berkualitas baik

METODE PELAKSANAAN

Training Pembuatan Ekstrak Kulit Manggis ini menggunakan metode partisipatif (50% teori dan 50% praktek), disajikan dalam bentuk materi perkuliahan / ceramah, studi kasus, diskusi, tugas individu dan praktek di lapangan dari instruktur yang ahli (langsung di Lab dan balai pelatihan).

SIAPA SAJA PESERTANYA???

Kelompok UKM di daerah, pengusaha perkebunan, dan instrument lain yang berhubungan dengan AGROBISNIS.

INSTRUKTUR

Tenaga ahli di bidang pangan & Associated IACT Consultant.

FASILITAS

Sertifikat, Modul (Hard/Soft Copy), Training Kit (blocknote+Ballpoint), Jacket, Tas Ransel, 1X Lunch & 2X Coffe Break/hari, Foto Bersama Seluruh Peserta, dilaksanakan di Balai pelatihan.

INVESTASI

Rp. 4.500.000 / peserta (biaya sudah termasuk akomodasi penginapan)

Paket Public Training untuk Kelompok/Group
No Kondisi 10 Peserta 15 Peserta 20 Peserta
1 Tanpa Inap Rp. 3.750.000 / orang Rp. 3.500.000 / orang Rp. 3.250.000 / orang
2 Menginap Rp. 4.500.000 / orang Rp. 4.250.000 / orang Rp. 4.000.000 / orang

DURASI

2 HARI ( efektif 14 jam ) mulai pukul 09.00 – 16.00

INFORMASI & PROMO

Tlp: 021- 32805064

Mobile: 081311227684, 0856 1510 195

 

 

Training Teknik Pertanian Terpadu ( Model Integrasi Tanaman dan Ternak )

PENGANTAR

Training Teknik Pertanian Terpadu ( Model Integrasi Tanaman dan Ternak ) – Usaha pertanian terpadu ( integrated farming ) pada prinsipnya merupakan suatu manajemen tata guna lahan secara berkelanjutan dengan mengintegrasikan antara tanaman pangan, pohon, dan  ternak secara simultan sesuai dengan budaya masyarakat setempat. Dalam sistem ini ada tiga unsur yaitu pertama, manajemen tata guna lahan dan mengombinasikan pohon, tanaman pangan, dan ternak. Kedua, integrasi dari ketiga faktor di atas dengan maksud untuk meningkatkan produksi dan mengurangi risiko kegagalan panen. Ketiga, sustainability artinya mampu memproduksi secara berkelanjutan dalam waktu yang lama. Sistem ini selain mampu memberi pendapatan yang tetap pada petani, juga dapat memperbaiki sifat fisik tanah, meningkatkan bahan organic tanah dan menjamin siklus unsur hara.

Selain itu, penerapan system pertanian terpadu integrasi ternak dan tanaman terbukti sangat efektif dan efisien dalam rangka penyediaan pangan masysrakat. Siklus dan keseimbangan nutrisi serta energi akan terbentuk dalam suatu ekosistem secara terpadu, sehingga akan meningkatkan efektifitas dan efisiensi produksi yang berupa peningkatan hasil produksi dan penurunan biaya produksi. Kegiatan terpadu usaha pertanian dan peternakan ini, sangatlah menunjang dalam penyediaan pupuk kandang di lahan pertanian, sehingga pola ini biasa disebut peternakan tanpa limbah karena limbah peternakan di gunakan untuk pupuk dan limbah pertanian di gunakan untuk pakan ternak

Integrasi hewan ternak dan tanaman dimaksudkan untuk memperoleh hasil usaha yang optimal, dan dalam rangka memperbaiki kondisi kesuburan tanah. Interaksi antara ternak dan tanaman haruslah saling melengkapi, mendukung dan yang paling penting saling menguntungkan, sehingga dapat mendorong peningkatan efisiensi produksi dan meningkatkan keuntungan hasil usaha taninya. Sistem Tumpangsari tanaman dan ternak banyak juga di aplikasikan di daerah perkebunan. Di dalam system tumpangsari ini tanaman perkebunan sebagai komponen utama dan tanaman rumput serta ternak yang merumput di atasnya merupakan komponen kedua. Dengan demikian teknik pertanian terpadu dengan model integrasi tanaman dan ternak sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup para petani dan peternak, sehingga mengahsilkan hasil pertanian dan peternakan yang berkualitas dan berdaya jual tinggi.

 MANFAAT

Training Teknik Pertanian Terpadu dengan model Integrasi tanaman dan Ternak ini sebagai alat bantu para petani dan peternak untuk mengetahui teknik pertanian dengan system terpadu yang mengintegrasikan antara tanaman dan ternak sehingga mampu memproduksi hasil pertanian dan peternakan secara berkelanjutan dan dalam waktu yang lama.

TARGET & TUJUAN

  1. Memberikan pengertian dasar tentang teknik pertanian terpadu
  2. Mengetahui cara memilih jenis pertanian terpadu yang sesuai di lapangan
  3. Mengetahui komponen – komponen yang terdapat di dalam pertanian terpadu
  4. Mampu mengaplikasikan teknik pertanian terpadu secara benar
  5. Menghasilkan hasil pertanian dan peternakan yang berkualitas baik

BAHAN AJAR

  • Manajemen tata guna lahan
  • Metode pertanian terpadu
  • Cara pemberian pupuk dan pakan
  • Manajemen pertanian dan peternakan
  • Aplikasi teknik pertanian terpadu

 METODE PELAKSANAAN

Training Teknik Pertanian Terpadu ( Model Integrasi Tanaman dan Ternak ) ini menggunakan metode partisipatif ( 50% teori dan 50% praktek ), disajikan dalam bentuk materi perkuliahan / ceramah, studi kasus, diskusi, tugas individu dan parktek di lapangan dari instruktur yang ahli ( langsung di Lab dan balai pelatihan).

SIAPA SAJA PESERTANYA???

Kelompok UKM di daerah, pengusaha perkebunan sayur , pengusaha tanaman hias ,dan instrument lain yang berhubungan dengan pertanian, peternakan dan perkebunan .

INSTRUKTUR

Tenaga ahli di bidang pangan dan Associated IATC Consultanst

FASILITAS

Sertifikat, Modul (Hard/Soft Copy), Training Kit (blocknote+Ballpoint), Jacket, Tas Ransel, 1X Lunch & 2X Coffe Break/hari, Foto Bersama Seluruh Peserta, dilaksanakan di Balai pelatihan.

INVESTASI

Rp. 4.500.000 / peserta

Biaya sudah termasuk akomodasi penginapan

Paket Public Training untuk Kelompok/Group
No Kondisi 10 Peserta 15 Peserta 20 Peserta
1 Tanpa Inap Rp. 3.750.000 / orang Rp. 3.500.000 / orang Rp. 3.250.000 / orang
2 Menginap Rp. 4.500.000 / orang Rp. 4.250.000 / orang Rp. 4.000.000 / orang

 

DURASI PELATIHAN

2 HARI ( efektif 14 jam ) mulai pukul 09.00 – 16.00 )

INFORMASI & PROMO

Tlp. 021- 32805064

Cp: 081311227684, 0856 1510 195

 

Training Pembuatan Bioetanol Generasi Kedua

PENGANTAR

Training Pembuatan Bioetanol Generasi Kedua – Bioethanol adalah salah satu bentuk energi terbaharukan  yang dapat diproduksi dari tumbuh-tumbuhan. Bioethanol dapat di produksi dari tanam–tanaman seperti jagung, singkong, kentang, tebu dan lainnya. Meningkatnya produksi bioethanol di dunia dikarenakan etanol sering dijadikan bahan tambahan atau campuran untuk bensin sehingga menjadi biofuel. Proses pembuatan bioethanol meliputi aspek fermentasi dan destilasinya. Proses pembuatan bioethanol dibedakan menjadi tiga berdasarkan bahan bakunya yaitu bahan baku sumber gula, pati dan serat.

Produksi etanol di dunia meningkat 3 kali lipat untuk bahan bakar transportasi dalam kurun waktu 7 tahun, dari 17 miliar liter pada tahun 2000 menjadi 52 miliar pada tahun 2007. Bioethanol tidak saja menjadi alternative yang sanagat menarik untuk subtitusi bensin , namun mampu juga menurunkan emisi CO2. Dalam hal prestasi mobil , bioethanol dan gasohol ( kombinasi bioethanol dan bensin ) tidak kalah dengan bensin. Supply ethanol sebagai bahan pencampur minyak fosil beberapa tahun belakangan ini menandakan dimulainya era bahan bakar hijau (green transport fuels). Produk minyak yang sangat ramah lingkungan ini lebih populer disebut gasohol. Gasohol diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan meningkatkan kesejahteraan jutaan petani yang menanam tanaman untuk bahan baku ethanol.

Sedangkan bioethanol generasi kedua berbahan baku limbah hasil perkebunan, kehutanan, dan pertanian. Bioetanol generasi kedua paling berpeluang diproduksi untuk mengurangi beban ketergantungan pada bahan bakar fosil. Meskipun belum mampu bersaing, bioetanol makin memiliki prospek seiring dengan menipisnya cadangan minyak bumi.

MANFAAT

Training Pembuatan Bioetanol Generasi Kedua ini sebagai  alat bantu para pengusaha dan usaha masyarakat untuk mengetahui dasar bahan pembuatan bioetanol, mengetahui proses pembuatannya, serta menghasilkan bioetanol yang berkualitas baik.

TARGET & TUJUAN

  • Memberikan pengertian dasar  tentang bioetanol generasi kedua
  • Mengetahui bahan – bahan dasar pembuatan bioetanol generasi kedua
  • Mengetahui proses pembuatan bioetanol generasi kedua
  • Mengetahui pangsa pasar harga bioetanol
  • Menghasilkan bioetanol yang berkualitas dan berdaya jual tinggi

METODE PELAKSANAAN

Training Pembuatan Bioetanol Generasi Kedua  ini menggunakan metode partisipatif ( 50% teori dan 50% praktek ), disajikan dalam bentuk materi perkuliahan / ceramah, studi kasus, diskusi, tugas individu dan parktek di lapangan dari instruktur yang ahli ( langsung di Lab dan balai pelatihan).

SIAPA SAJA PESERTANYA???

Kelompok UKM di daerah, pengusaha etanol , dan instrument lain yang berhubungan dengan pertanian .

INSTRUKTUR

Team Peneliti Bioteknologi LIPI Puspiptek Serpong.

FASILITAS

Sertifikat, Modul (Hard/Soft Copy), Training Kit (blocknote+Ballpoint), Jacket, Tas Ransel, 1X Lunch & 2X Coffe Break/hari, Foto Bersama Seluruh Peserta, dilaksanakan di Balai pelatihan.

INVESTASI

Rp. 4.500.000 / peserta (biaya sudah termasuk akomodasi penginapan)

Paket Public Training untuk Kelompok/Group
No Kondisi 10 Peserta 15 Peserta 20 Peserta
1 Tanpa Inap Rp. 3.750.000 / orang Rp. 3.500.000 / orang Rp. 3.250.000 / orang
2 Menginap Rp. 4.500.000 / orang Rp. 4.250.000 / orang Rp. 4.000.000 / orang

DURASI

2 HARI ( efektif 14 jam ) mulai pukul 09.00 – 16.00

INFORMASI & PROMO

Tlp: 021- 32805064

Mobile: 081311227684, 0856 1510 195

 

Klien Kami
error: Peringatan..!! Anda tidak di izinkan mengcopy tulisan ini tanpa izin, Jika anda menginginkan Sylabus Untuk Training ini Silahkan Call: 021-32805064