IATC - Indonesian Agrotechnology Training Centre & Consultant

  Training Agrobisnis - Konsultan Agro Teknologi - Agro Consultant Indonesia

Training Teknik Budidaya Ayam Potong

PENGANTAR

Training Teknik Budidaya Ayam Potong atau Broiler – Ayam potong atau pedaging (broiler) merupakan salah satu ayam ras yang mampu tumbuh pesat, sehingga menghasilkan daging dalam tempo waktu yang tidak terlalu lama (5-7 minggu). Saat ini usaha ternak ayam potong bisa dibilang cukup mudah, bahkan didukung penuh oleh para pemilik atau pedagang besar (supplier DOC) yang mau menyuplai semua kebutuhan mulai dri DOC (anak ayam sehari), pakan ternak dan vitamin tambahan.  Skema yang mereka tawarkan biasanya 50%:50% dari keuntungan bersih dengan skema inilah biasanya peternak ayam potong hanya menyiapkan kandang beserta alat-alat untuk memelihara ayam potong.

Yang menjadi tantangan dalam berbisnis ternak ayam selain persaingan usaha, salah satunya adalah pemilihan bakalan ayam dan kualitas pakan yang di gunakan. Di mana hal tersebut mempunyai peran penting dalam menentukan hasil panen ternak. Oleh karena pengetahuan dan edukasi terkait dengan cara beternak yang benar sangat penting untuk menunjang kesuksesan peternak dalam menghasilkan produk unggulan. Dalam kesempatan baik ini IATC sebagai agrotechnology consultant bermaksud menyelenggaran program Pelatihan Teknik Budidaya Ayam Potong yang sangat membantu para peternak dalam menjalankan bisnis perternakanya.

MAKSUD & TUJUAN

Program ini di maksudkan untuk memberikan bekal yang memadai terkait dengan strategi usaha dan teknik berternak ayam yang tepat sebagai modal utama dalam berbisnis ternak ayam. Sehingga kualitas ayam potong yang di hasilkan berkualitas dan mempunyai daya jual yang tinggi

MODUL PELATIHAN

  • Pengantar pengenalan ayam potong
  • Strategi bisnis dan prospek berternak ayam potong
  • Pemilihan bakalan
  • Manajemen kandang
  • Manajemen pakan/meramu pakan konsentrat
  • Manajemen pemeliharaan dan perawatan
  • Kiat sukses membangun usaha ternak ayam potong.

METODE PELAKSANAAN

Program menggunakan metode interaktif, dimana untuk pembekalan teori sekitar usaha ternak ayam di sampaikan didalam kelas, dan untuk menjelaskan secara aplikasi di lakukan kunjungan untuk melihat cara beternak yang benar.

PESERTA YANG DI REKOMENDASIKAN

Kelompok UKM di daerah, pengusaha peternakan ayam potong, dan instrument lain yang berhubungan dengan peternakan.

INSTRUKTUR                                                                        

Associated IATC Consultant

FASILITAS

Sertifikat, Modul (Hard/Soft Copy), Training Kit (blocknote+Ballpoint), Jacket, Tas Ransel, 1X Lunch & 2X Coffe Break/hari, Foto Bersama Seluruh Peserta, dilaksanakan di Balai pelatihan.

INVESTASI

Rp. 3.750.000 / peserta

Biaya sudah termasuk akomodasi penginapan.

Paket Public Training untuk Kelompok/Group
No Kondisi 10 Peserta 15 Peserta 20 Peserta
1 Tanpa Inap Rp. 3.750.000 / orang Rp. 3.500.000 / orang Rp. 3.250.000 / orang
2 Menginap Rp. 4.500.000 / orang Rp. 4.250.000 / orang Rp. 4.000.000 / orang

DURASI PELATIHAN

2 HARI ( efektif 14 jam ) mulai pukul 09.00 – 16.00

INFORMASI & PROMO

Phone: 021-32805064

Kontak Person: 081311227684, 0856 1510 195

 

Peternakan ayam potong

beternak-ayam-potong

Usaha peternakan ayam potong atau sering disebut dengan ayam broiler sudah dikenal secara umum di seluruh tanah air. Permintaan protein hewani yang semakin meningkat dari hari ke hari terkadang membuat harga produk peternakan ini semakin mahal karena tidak diimbangi dengan produksi yang cukup. Coba perhatikan harga ayam potong jelang lebaran, biasanya harga akan melambung tinggi hingga mencapai Rp. 40.000/ kg, padahal biaya produksinya hanya Rp. 10 – 15 ribu / Kg. Dari selisih harga jual dan biaya produksi tersebut saya yakin anda akan semakin tertarik untuk memulai usaha ternak ayam potong ini. Masalahnya, apakah anda sudah memahami seluk beluk bidang usaha budidaya ini? Jika niat anda hanya karena melihat sisi laba yang dapat diperoleh tanpa memahami sektor resiko sebaiknya urungkan saja niat tersebut. Resiko untuk usaha ternak ayam potong sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari ayam petelur.

Secara umum untuk usaha budidaya ayam potong memiliki 2 sistem yaitu :

  1. Usaha mandiri

Usaha mandiri artinya seluruh komponen budidaya ternak ayam potong ditanggung oleh peternak. Dengan kata lain, anda secara pribadi bertanggung jawab mulai dari proses pembuatan kandang, penyediaan bibit, makanan, obat-obatan, perawatan, panen hingga pemasaran. Keuntungan budidaya ayam potong secara mandiri ini adalah si peternak memperoleh keuntungan penuh sesuai dengan harga pasar. Kelemahannya adalah si peternak menanggung semua resiko usaha secara penuh; seperti penanganan penyakit hingga rumitnya memasarkan ayam potong. Karena kelemahan inilah maka hadir perusahaan kemitraan ayam broiler.

  1. Kemitraan ternak ayam broiler

Usaha kemitraan ayam potong adalah melaksanakan usaha budidaya secara bahu membahau antara perusahaan sebagai Inti dengan peternak sebagai plasma. Pada sistem usaha ini peternak hanya berkewajiban menyediakan kandang dengan skala yang telah ditetapkan oleh perusahaan inti dan merawat ayam hingga masa panen tiba. Kelebihan usaha kemitraan ayam potong adalah peternak hanya butuh modal membangun kandang, dan mendapatkan pendampingan dalam perawatan serta penanganan kesehatan ayam broiler dari perusahaan inti, dan mendapat jaminan pemasaran . Kelemhannya adalah peternak tidak leluasa menentukan harga jual, dimana harga jual yang berlaku bukanlah harga pasaran melainkan harga kontrak yang telah ditetapkan bersama antara perusahaan dengan plasma.

Berikut ini langkah-langkah memulai budidaya ayam potong :

  1. Mendirikan kandang, dipersiapkan mulai dari izin hingga tata letak yang baik sesuai dengan arah matahari dan kecenderungan arah angin.
  2. Ayam broiler cukup rentan dengan kondisi iklim sehingga perlu dipertimbangkan arah kandang yang harus dibangun.
  3. Pada pendirian kandang juga harus diperhatikan sumber air dan listrik.
  4. Jika kandang sudah siap maka pasang peralatan untuk menyambut kedatangan DOC ayam potong terutama menyangkut penghangat, sekat dan litter yang cukup.
  5. Siapkan juga peralatan makan dan minum khusus untuk anak ayam.
  6. Selama 14 hari pertama peternak tidak boleh jauh-jauh dari kandang, sebab masa ini sangat penting untuk kesuksesan usaha.
  7. Melaksanakan vaksinasi minum dan tetes pada waktu yang tepat 7, 14 dan 21 hari.
  8. Selama 14 hari pertama secara perlahan dikontrol suhu ruangan kandang siang malam.
  9. Cara sederhana perhatikan kondisi anak ayam, jika bergeromol (berkumpul-kumpul) berarti suhu kandang terlalu rendah, bila menyebar secara merata berarti suhu kandang sudah sesuai dengan kebutuhan anak ayam.
  10. Setelah 14 hari perawatan menjadi lebih mudah, dimana peternak hanya perlu melakukan kontrol pemberian pakan 2 kali sehari saja, hal ini berlaku hingga masa panen.
  11. Pemberian antibiotik dan vitamin pada minuman ayam diberikan dari hari ke 5 hingga 10 hari sebelum masa panen. Khusus vitamin dapat diberi hingga masa panen.

Itulah secara umum cara beternak ayam potong dari hari ke hari yang perlu diperhatikan setiap kita yang ingin memulai usaha budidaya ayam potong.

Klien Kami
error: Peringatan..!! Anda tidak di izinkan mengcopy tulisan ini tanpa izin, Jika anda menginginkan Sylabus Untuk Training ini Silahkan Call: 021-32805064