IATC - Indonesian Agrotechnology Training Centre & Consultant

  Training Agrobisnis - Konsultan Agro Teknologi - Agro Consultant Indonesia

Sejarah Hidroponik

Sejarah berkembang dalam Buku berjudul Sylva Sylvarum dengan penulis Francois Bacon pada tahun 1625 menyebutkan adanya teknik mengembangkan tanaman darat tanpa menggunakan media tanah sebagai media tanam . Kemudian berkembang dengan teknik menggunakan media air sebagai media tanam hingga tahu 1699 diterbitkannya penelitian percobaan pembudidayaan spearmin dengan air oleh John Woodward disimpulkan bahwa budidaya tanaman dengan menggunakan air yang kurang murni lebih bagus dibanding dengan tanaman  dengan  air yang lebih murni. Dan lagi lagi berkembang pada tahun 1842, Julius von  Sachs dan Wilhelm Knop setelah mengetahui 9 elemen penting dalam faktor pertumbuhan tanaman Kedua Ahli Botani tersebut memicu  gelombang pengembangan budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah. Pengembangan budidaya tanpa tanah ini menggunakan larutan yang didalamnya terpenuhi nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Seiiring waktu perkembangan zaman teknik tersebut hingga kini masih bisa kita temui. Teknik yang dahukunya memiliki nama Solution Culture yang hingga kini sering kita kenal sistem hidroponik.

Menuju pada abadke-20 yaitu pada tahun 1929 seorang ilmuwan dari Universitas California di Berkeley yang bernamaWilliam Frederick Gericke mengenalkan secara terbuka solution culture dalam menghasilkan tanaman pertanian yang ada saat itu. Awal mula Gericke menyebutnya sebagai Aqua culture yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah budidaya dengan menggunakan air. Namun setelah Dia mengetahuihe bahwa aqua culture digunakan untuk pembudidayaan hewan dengan air . Gericke memberi sensasi dengan menumbuhkan tanaman tomat pada yang menjalar tinggi dengan menggunakan larutan nutrient dalam perkembangannya. Pada tahun 1937 Gericke menyebutkan istilah hidroponik untuk budidaya tanaman pada air. Gericke mengklaim bahwa sistem yang dinamakan akan merevolusi sistem pertanian yang ada . Gericke mengajukan untuk dibuatkannya Green House  kepada kampusnya , namun adanya penolakan dari pihak kampus. Kampus menginginkan formula yang ia ciptakan pada larutan yang ia kembangkan . dan pada akhirnya pihak kampus memberikan realisasi usulan dari Gericke. Dibangunnya Green House oleh pihak kampus dengan segala perlengkapan yang ada . Akan tetapi proyek yang Gericke rencanakan dikendalikan orang lain yaitu Hoagland dan Arnon yang mendapat mandat dari kampusnya.

Klien Kami
error: Peringatan..!! Anda tidak di izinkan mengcopy tulisan ini tanpa izin, Jika anda menginginkan Sylabus Untuk Training ini Silahkan Call: 021-32805064